Pages

Labels

Sabtu, 12 Mei 2012

9 Hal Tentang Otak yang Diketahui

Manusia sudah dibekali otak sejak lahir. Sejak itu pula kita berlatih untuk menggunakannya. Filsuf-filsuf besar sudah berusaha mengurainya. Orang-orang yang tercerahkan telah berupaya menjelaskannya. Sains pun terus membedah rahasianya. Namun, sepanjang sejarah umat manusia, otak adalah salah satu misteri terbesar yang hingga kini masih diliputi misteri. Nah, berikut ini adalah 10 hal yang bisa membantu Anda untuk lebih memahami organ yang ada dalam tempurung kepala ini.


1. Otak dewasa rata-rata beratnya cuma di bawah 3 pound (sekitar 1,3 kilogram). Beberapa ahli bedah saraf menggambarkan tekstur otak hidup ibarat pasta gigi, tapi menurut ahli bedah saraf Katrina Firlik, analogi itu tidak pas. Menurutnya, analogi yang lebih tepat adalah tahu (tofu). Sekitar 80 persen dari isi tempurung kepala Anda adalah otak, sedangkan jumlah yang sama dari darah dan cairan cerebrospinal, cairan jernih yang menyangga jaringan saraf. Jika Anda memadukan semua unsur itu itu, yaitu  darah, otak, dan cairannya, volume hasilnya sekitar 1,7 liter.

2. Tapi, jangan sombong dulu punya otak yang tidak cukup untuk mengisi dua botol Aq** seliteran itu. Manusia yang hidup 5.000 tahun lalu konon memiliki volume otak yang lebih besar. “Dari data arkeologi kita bisa mengukur bahwa otak menyusut sekitar 9 inci kubik (150 sentimeter kubik) dari atau sekitar 10 persen,” kata paleoantropolog Universitas Wisconsin, John Hawks pada 2009. Mereka tak tahu kenapa otak manusia kian menyusut. Akan tetapi, beberapa berteori menyiratkan bahwa itu karena otak berkembang kian efisien. Sebagian berpikir bahwa tengkorak kita makin kecil karena makanan manusia modern lebih gampang dikunyah, sehingga tak butuh lagi rahang besar dan kuat. Apapun alasannya, ukuran otak tampaknya tak secara langsung berkorelasi dengan level intelektual manusia. Jadi, yang kepala dan volume otaknya lebih besar belum tentu lebih pintar dari yang otaknya lebih kecil.

3. Otak manusia modern sangat haus energi. Organ penyumbang sekitar 2 persen dari berat badan ini memakai sekitar 20 persen dari oksigen dalam darah dan 25 persen glukosa (gula) yang beredar di aliran darah kita. Namun, penggunaan energi otak bervariasi, tergantung pada level mental. Ketika melakukan kegiatan yang secara mental tergolong sulit, penggunaan energinya meningkat.

4. Apa rahasia sesungguhnya dari kecerdasan spesies kita? Jawabannya mungkin adalah keriput (Hah?). Permukaan otak manusia berlipat-lipat seperti berbukit-bukit dengan lembah-lembah, di mana lembah kecilnya disebut sulci, sedangkan bukitnya yang disebut gyri. Permukaan ini disebut korteks serebral (cerebral cortex) dan merupakan rumah bagi sekitar 100 miliar neuron atau sel saraf. Lipatan-lipatan yang berkelok-kelok itu memungkinkan permukaan otak lebih padat di daerah tertentu dan itu memberi daya pemrosesan lebih kuat.

5. Pendapat lawas yang menyatakan bahwa manusia hanya memakai 10 persen dari kemampuan otaknya ternyata tidak benar. Lebih tepatnya, neuron hanya mengisi 10 persen dari keseluruhan sel otak kita. 90 persen lainnya yang mencakup sekitar separuh berat otak disebut glia (artinya lem dalam bahasa Yunani). Pakar saraf tadinya mengira glia hanyalah perekat neuron. Tetapi, penelitian terbaru menunjukkan fungsi glia tak cuma jadi lem.

6. Pondasi bagi otak sudah diatur sejak awal kehidupan. Tiga pekan setelah pembuahan lembar sel embrio yang disebut plat lipatan neural (neural plate folds) menjadi sekering dalam tabung saraf. Jaringan inilah yang akan menjadi sistem saraf pusat.

7. Kenapa kok ABG cenderung aneh, norak, tengil, membangkang? Itu adalah pandangan orang dewasa umumnya pada para anak remaja. Ini sesungguhnya normal dan dengan memahami hal ini para orang tua setidaknya bisa sedikit santai. Sebuah studi pada 2005 yang diterbitkan jurnal Child Development menemukan bahwa bagian otak yang bertanggung jawab pada multitasking belum sepenuhnya berkembang sampai anak berusia 16 atau 17 tahun. Ketika melakukan tindakan yang akan memengaruhi orang lain, seorang remaja konon kurang memiliki empati dan rasa bersalah. Mereka belajar empati melalui sosialisasi. Masak sih?

8. Dulu sempat ada pandangan ilmiah bahwa ketika dewasa, otak akan kehilangan kemampuan membentuk hubungan saraf baru. Kemampuan yang disebut plastisitas ini dianggap terbatas pertumbuhannya, yaitu hanya pada bayi dan anak-anak. Hasil penelitian terbaru ternyata justru sebaliknya. Ada banyak bukti bahwa neuron manusia tetap membuat sambungan hingga dewasa. sementara itu, ada pula penelitian tentang meditasi yang menunjukkan bahwa pelatihan mental yang baik dapat mengubah struktur dan fungsi otak.

9. Men are from Mars, Women are from Venus. Otak lelaki cenderung mengarah ke selangkangan, sedangkan perempuan ke dompet. Itu adalah gagasan-gagasan masyarakat bahwa otak perempuan dan otak laki-laki berbeda. Memang benar bahwa hormon laki-laki dan perempuan memengaruhi perkembangan otak secara berbeda. Namun, secara garis besar fungsi otak laki-laki dan otak perempuan adalah serupa.

0 komentar:

Poskan Komentar